5 Fakta Li-Fi, 100 Kali Lebih Cepat dari Wi-Fi!
Wi-Fi sudah misalnya kebutuhan sehari-hari pada mana kita setiap saat akan membutuhkannya. Seperti waktu bekerja memakai laptop, mengerjakan tugas, ataupun menonton film menggunakan layanan streaming akan menjadi mudah menggunakan adanya internet dengan bantuan perangkat Wi-Fi ini.
Tetapi, teknologi pastinya berkembang seiring berjalannya ketika & terdapat salah satu terobosan teknologi yg bisa menggantikan Wi-Fi yaitu Li-Fi. Dalam teknologi baru ini akan terdapat peningkatan dalam kecepatan, peningkatan konektivitas dan jua berkurangnya traffic internet.
Li-Fi akan mentransmisikan data dengan kecepatan yg sangat tinggi memakai bola lampu LED. Tertarik dengan Li-Fi? Yuk kita simak fakta-berita berdasarkan Li-Fi ini!
1. Diciptakan sang Professor Harald Haas
Teknologi Li-Fi ini diciptakan sang fisikawan sekaligus professor pada bidang Mobile Communications dari Institute of Digital Communications (IDCOM) pada Universitas Edinburgh dalam tahun 2011 yg bernama Harald Haas. Pada tahun yg sama, majalah TIME sudah menempatkan Li-Fi sebagai 50 inovasi terbaik waktu itu.
2. Li-Fi janjikan kurangi traffic dalam kemudian lintas data
Li-Fi yg nantinya akan memakai cahaya menjadi perantara, menggantikan gelombang radio dari Wi-Fi. Jaringan Wi-Fi akan semakin padat menurut ketika ke waktu dan dengan ini, akan berdampak dalam kinerja berdasarkan internet itu sendiri.
Dengan Li-Fi yang memakai spektrum cahaya, hal ini dapat mengurangi traffic yg akan terjadi dalam kemudian lintas data yang umumnya terjadi pada Wi-Fi. Ini sebagai solusi hebat yg dijanjikan oleh Li-Fi.
3. Hemat energi & mudah disambungkan
Dibanding menggunakan Wi-Fi, pemasangan berdasarkan Li-Fi lebih mudah & juga irit energi. Hal tersebut karena buat menghubungkan Li-Fi ini semudah menyalakan lampu saja. Dan dapat dinyalakan relatif sesuai dengan kebutuhan.
4. Kecepatan tinggi
Kecepatan berdasarkan Li-Fi sangatlah tinggi pada mana dalam saat uji coba saja kecepatan data mencapai 10Gb/s di mana Wi-Fi hanya bisa mencapai kecepatan maksimum sebesar 7Gb/s. Saat Li-Fi memakai laser, kecepatannya bisa lebih tinggi dari 100Gb/s di mana ini 100 kali lebih cepat berdasarkan pendahulunya. Dengan kecepatan yg tinggi misalnya ini, kita bisa mengunduh apapun pada hitungan dtk.
5. Hemat porto
Selain itu, Li-Fi juga bisa dibilang irit pada porto. Dibandingkan dengan teknologi gelombang radio yang dipakai oleh Wi-Fi, penggunaan gelombang cahaya pada Li-Fi memakai komponen lebih sedikit yg membuatnya lebih murah dibandingkan Wi-Fi.
Dipercaya juga bila produksi laser dilakukan secara massal akan lebih menurunkan porto produksi dari Li-Fi ini & membuatnya semakin murah.
